Senin, 17 April 2017

SLI Nelayan : Edukasi Cuaca dan Iklim Kelautan untuk Para Nelayan

SLI Nelayan : Edukasi Cuaca dan Iklim Kelautan untuk Para Nelayan


(Foto : Kegiatan SLI di Semarang)

Seberapa penting informasi cuaca dan iklim? Apa saja manfaat informasi cuaca dan iklim? Siapa sajakah yang membutuhkan infomasi cuaca dan iklim? Pernahkah Anda terpikirkan pertanyaan-pertanyaan di atas?
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap aktivitas manusia tidak terlepas dari kondisi cuaca dan iklim yang sedang terjadi. Dalam bidang transportasi udara, sebelum memulai jelajah para penerbang harus melakukan briefing mengenai kondisi cuaca bandara setempat, sepanjang rute perjalanan, dan bandara tujuan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan terbang. Dalam bidang energi, informasi mengenai parameter cuaca, seperti angin, sangat bermanfaat untuk perencanaan pembangunannya. Bidang yang tak kalah penting dalam sektor kehidupan masyarakat ialah perikanan. Seperti kita tahu bahwa 2/3 wilayah Indonesia merupakan lautan yang kaya akan sumber daya alam. Salah satunya adalah keberadaan aneka jenis ikan. Sektor ini sudah selayaknya mendapat perhatian khusus dari pemerintah mengingat potensi ekonomi yang terkandung di dalamnya.
Pada tanggal 8-12 Februari 2017 lalu, Kepala BMKG telah membuka program Sekolah Lapang Iklim (SLI) Nelayan dalam suatu kegiatan berjudul Workshop Training of Trainer Sekolah Lapang Iklim Nelayan. Kegiatan ini mengangkat tema "Melalui SLI Nelayan Kita Tingkatkan Diseminasi dan Sosialisasi Layanan Informasi Meteorologi Maritim Tahun 2017". Kegiatan ini merupakan upaya BMKG dalam mendukung program nawacita "Kedaulatan Pangan dan Pengembangan Ekonomi Maritim dan Kelautan."
Lalu, apa itu SLI? SLI merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh BMKG untuk mengedukasi dinas terkait, penyuluh, dan masyarakat mengenai informasi cuaca dan iklim. Sebelumnya, SLI hanya ditujukan pada sektor pertanian. Dalam kegiatannya peserta diberikan pemahaman mengenai parameter-parameter cuaca dan cara-cara pengamatannya, jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi iklim, cara mengatasi perubahan iklim terhadap tanaman, dan lain sebagainya. Kegiatan ini telah terbukti dapat meningkatkan produksi pangan di beberapa wilayah di Indonesia.
Bagaimana dengan SLI Nelayan? Berbeda dengan SLI untuk pertanian yang diikuti oleh para petugas di lingkungan Dinas Petanian, SLI Nelayan diikuti oleh petugas dari lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan. Petugas inilah yang nantinya akan memberikan penyuluhan kepada para nelayan. Beberapa pemahaman mengenai cuaca dan iklim untuk kegiatan perikanan diberikan dalam SLI Nelayan. Pemahaman-pemahaman tersebut diantaranya beberapa parameter cuaca dan laut terkait kegiatan perikanan, informasi cuaca dan iklim dalam kegiatan penangkapan ikan, proses pembentukan beberapa fenomena cuaca dan gelombang, dan informasi kelautan untuk kegiatan perikanan. Beberapa metode pun dilakukan dalam penyampaian materi. Selain metode pemaparan, ada pula kegiatan simulasi, permainan, dan field trip. Semua ini bertujuan untuk menjamin bahwa materi yang disampaikan dapat benar-benar dipahami oleh para peserta.

Dengan adanya kegiatan SLI Nelayan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya nelayan, akan pentingnya informasi cuaca dan iklim untuk kegiatan perikanan. Selanjutnya, pemahaman akan informasi tersebut dapat diterapkan dalam pengelolaan sektor perikanan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Selain itu, dengan memahami fenomena-fenomena cuaca dan laut seperti yang diberikan diharapkan nelayan menjadi lebih waspada untuk menjaga keselamatannya saat berlayar.(NF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar