SLI Nelayan : Edukasi Cuaca dan Iklim Kelautan untuk Para Nelayan
(Foto : Kegiatan SLI di Semarang)
Seberapa penting informasi cuaca
dan iklim? Apa saja manfaat informasi cuaca dan iklim? Siapa sajakah yang
membutuhkan infomasi cuaca dan iklim? Pernahkah Anda terpikirkan
pertanyaan-pertanyaan di atas?
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap
aktivitas manusia tidak terlepas dari kondisi cuaca dan iklim yang sedang
terjadi. Dalam bidang transportasi udara, sebelum memulai jelajah para
penerbang harus melakukan briefing mengenai
kondisi cuaca bandara setempat, sepanjang rute perjalanan, dan bandara tujuan
demi menjamin keselamatan dan kenyamanan terbang. Dalam bidang energi,
informasi mengenai parameter cuaca, seperti angin, sangat bermanfaat untuk
perencanaan pembangunannya. Bidang yang tak kalah penting dalam sektor
kehidupan masyarakat ialah perikanan. Seperti kita tahu bahwa 2/3 wilayah
Indonesia merupakan lautan yang kaya akan sumber daya alam. Salah satunya
adalah keberadaan aneka jenis ikan. Sektor ini sudah selayaknya mendapat
perhatian khusus dari pemerintah mengingat potensi ekonomi yang terkandung di
dalamnya.
Pada tanggal 8-12 Februari 2017
lalu, Kepala BMKG telah membuka program Sekolah Lapang Iklim (SLI) Nelayan
dalam suatu kegiatan berjudul Workshop
Training of Trainer Sekolah Lapang Iklim Nelayan. Kegiatan ini mengangkat
tema "Melalui SLI Nelayan Kita Tingkatkan Diseminasi dan Sosialisasi
Layanan Informasi Meteorologi Maritim Tahun 2017". Kegiatan ini merupakan
upaya BMKG dalam mendukung program nawacita "Kedaulatan Pangan dan
Pengembangan Ekonomi Maritim dan Kelautan."
Lalu, apa itu SLI? SLI merupakan
suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh BMKG untuk mengedukasi dinas terkait,
penyuluh, dan masyarakat mengenai informasi cuaca dan iklim. Sebelumnya, SLI
hanya ditujukan pada sektor pertanian. Dalam kegiatannya peserta diberikan
pemahaman mengenai parameter-parameter cuaca dan cara-cara pengamatannya, jenis
tanaman yang sesuai dengan kondisi iklim, cara mengatasi perubahan iklim
terhadap tanaman, dan lain sebagainya. Kegiatan ini telah terbukti dapat
meningkatkan produksi pangan di beberapa wilayah di Indonesia.
Bagaimana dengan SLI Nelayan?
Berbeda dengan SLI untuk pertanian yang diikuti oleh para petugas di lingkungan
Dinas Petanian, SLI Nelayan diikuti oleh petugas dari lingkungan Dinas Kelautan
dan Perikanan. Petugas inilah yang nantinya akan memberikan penyuluhan kepada
para nelayan. Beberapa pemahaman mengenai cuaca dan iklim untuk kegiatan
perikanan diberikan dalam SLI Nelayan. Pemahaman-pemahaman tersebut diantaranya
beberapa parameter cuaca dan laut terkait kegiatan perikanan, informasi cuaca
dan iklim dalam kegiatan penangkapan ikan, proses pembentukan beberapa fenomena
cuaca dan gelombang, dan informasi kelautan untuk kegiatan perikanan. Beberapa
metode pun dilakukan dalam penyampaian materi. Selain metode pemaparan, ada
pula kegiatan simulasi, permainan, dan field
trip. Semua ini bertujuan untuk menjamin bahwa materi yang disampaikan
dapat benar-benar dipahami oleh para peserta.
Dengan adanya kegiatan SLI Nelayan diharapkan dapat meningkatkan
kesadaran masyarakat, khususnya nelayan, akan pentingnya informasi cuaca dan
iklim untuk kegiatan perikanan. Selanjutnya, pemahaman akan informasi tersebut
dapat diterapkan dalam pengelolaan sektor perikanan untuk memperoleh hasil yang
maksimal. Selain itu, dengan memahami fenomena-fenomena cuaca dan laut seperti
yang diberikan diharapkan nelayan menjadi lebih waspada untuk menjaga
keselamatannya saat berlayar.(NF)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar