Rabu, 19 April 2017

Panduan Berlibur 5 Hari 4 Malam di Malaysia






Hai sobat travellers!!! Ada yang tahu foto di atas itu diambil dimana? Yup!!! Kuala Lumpur, Malaysia. Kebetulan, liburan semester lalu saya dan beberapa teman berlibur ke Malaysia. Ada yang udah pernah ke sana juga? Atau jadi pengen ke sana gara-gara lihat foto saya? hehehehe...

Nah, kali ini saya ingin berbagi cerita sekaligus tips menarik buat kalian yang berencana liburan ke Malaysia. FYI, Malaysia ini cocok banget buat kalian yang pengen sekali-kali ngerasain liburan ke luar negeri dengan biaya yang cukup ringan. Kalian juga nggak perlu takut kesasar di sini karena Malaysia, khususnya Kuala Lumpur, termasuk salah satu kota wisata yang friendly for tourists. Trust me, I have proved that!

Well, ngga usah lama-lama lagi, here are my tips buat kalian..........

1. Bikin Paspor
Gimana mau ke luar negeri kalau ngga punya paspor? Lalu, syarat buat bikin paspor apa aja sih? Buatnya di mana? Tenang, I will share my story about this. Pertama, syarat pembuatan paspor. Yang perlu kalian siapkan adalah KTP asli dan copy, KK asli dan copy, Akta kelahiran asli dan copy, kartu mahasiswa (untuk jaga-jaga saja, karena waktu pemeriksaan berkas bisa saja ditanya), Surat domisili dari kelurahan setempat (in case kalian perantau seperti saya, hehe), dan uang untuk pembayaran. Kedua, tempat pembuatan paspor. Jika syarat sudah lengkap, kalian bisa datang ke kantor imigrasi terdekat. Saya sarankan kalian datang pagi-pagi sekali. Sebelum jam 6 deh sampai Kanim. WHY? Antrenya warbyazah panjang pemirsah! Biaya pembuatan paspor 365 ribu rupiah (Paspor hijau 48 lembar).  Info selengkapnya : http://www.imigrasi.go.id/

2. Pembelian Tiket PP
Perihal pembelian tiket, saya sarankan untuk dilakukan jauh-jauh hari. Tiga atau empat bulan sebelum keberangkatan. Waktu itu saya membeli tiket pada bulan Desember untuk keberangkatan bulan Maret. Why? Dengan cara ini, insya Allah kalian akan dapat tiket dengan harga murah. Tiket bisa dibeli secara online.

3. Penginapan
Penginapan bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki. Jika ingin penginapan yang murah, saya sarankan memilih tipe dormitory. Hal yang harus diperhatikan adalah pilih kamar yang terpisah antara laki-laki dan perempuan (bukan mixed room, meskipun harganya lebih murah). Perhatikan pula rating dan review dari pelanggan-pelanggan sebelumnya (bisa dilihat ketika search melalui google). Waktu itu, saya dan teman-teman memilih sebuah dormitory bertajuk guest house yang bertempat di Central Market.

4. Belanja Oleh-oleh
Tidak lengkap rasanya berlibur tanpa membeli oleh-oleh. Apa kata tetangga? Easy guys, oleh-oleh macam apa yang kalian ingin beli? Oleh-oleh berupa barang bukan makanan dapat dibeli di Petaling Street. Percaya deh, ini spot belanja oleh-oleh yang harganya paling murah tapi barang-barangnya nggak murahan. Saya sudah membandingkannya dengan beberapa spot pusat beli oleh-oleh yang lain. Oleh-oleh berupa makanan (biasanya coklat daan segala olahannya) saya sarankan untuk membelinya di sebuah supermarket bernama Mydin. Selain pilihannya banyak, harganya juga relatif murah.

5. Itinerary
Ini penting banget guys. Kalian harus punya tujuan dan panduan yang pasti ketika berlibur. Apalagi di negara lain yang belum pernah kalian kunjungi sebelumnya. Makanya, kalian harus banyak-banyak browsing dan tanya sana-sini. Nah, buat kalian yang ingin berlibur ke Malaysia 5 hari 4 malam (just like what I did :p), you can download it here :

Nah, itulah tips singkat yang semoga bermanfaat bagi masyarakat..hahahaha 
Sekarang, siapa yang mau oleh-oleh???? Ini dia, gratis buat kalian......

1. Batu Caves
Tips : Jangan lupa bawa payung karena di sini panas sekali. Hati-hati jika membawa makanan karena ada banyak kera di tempat ini. Untuk memasuki gua yang berisi patung-patung berkisah, siapkan uang 5 RM. 

Batu Caves

2. Petronas Twin Towers
Tips : Datanglah pada 2 waktu yang berbeda (pagi/kiri dan sore/kanan) untuk mendapatkan koleksi gambar dengan 2 suasana yang berbeda. 


Petronas Twin Towers

 3. Dataran Merdeka
Tips : Jangan datang terlalu sore, sebaiknya datang pagi atau siang hari. Gallery tutup sekitar pukul 4 sore. Selain KL City Gallery, di Dataran Merdeka juga terdapat spot bersejarah tempat lukisan para Raja Malaysia dan kisahnya dari waktu ke waktu. Jika kalian naik ke pelataran yang ada tiangnya, kalian bisa memperoleh angle dimana dapat memotret Twin Towers, KL Towers, dan beberapa bangunan cantik lainnya dalam 1 frame. Seperti ini :

Dataran Merdeka


Kuala Lumpur City Galery

4. Jembatan Putra Jaya 
Tips : Di tempat ini, kalian bisa menemukan banyak hal indah untuk dijepret. Ada Pink Mosque, Kantor Perdana Menteri Malaysia, Istana Raja Malaysia, dsb. Untuk lebih praktisnya, saya sarankan kalian join river cruise yang sudah disediakan oleh pengelola. Hanya dengan membayar 26,5 RM/orang sudah dapat fasilitas kapal pesiar beserta pemandunya. River cruise akan dilayani jika terkumpul minimal 8 orang. 




Jembatan-jembatan di Putrajaya

5. Pink Mosque (Masjid Putrajaya)
Tips : Untuk perempuan, jika kalian berjilbab, pastikan menggunakan pakaian jilbab yang syar'i (no celana, no ketat). Untuk perempuan yang tidak berjilbab, pengelola akan meminjamkan jubah merah untuk menutup tubuh dan kepala. Hal yang sama juga berlaku untuk laki-laki yang memakai celana di atas lutut. Intinya, di sini aurat sangat dijaga.



Masjid Putrajaya

6. Kantor Perdana Menteri Malaysia
Tidak banyak yang saya dapat ceritakan tentang bangunan ini. Bangunan ini dilarang untuk publik. Yang pasti, arsitek bangunan ini sangat megah dan sangat luas.


Kantor Perdana Menteri Malaysia

7. Malaka
Tips : Bagi yang beragama Islam, hati-hati dalam memilih restoran di Malaka. Kebanyakan restoran di wilayah ini non-halal. Waktu itu saya makan di 1 restoran bernama Noah. Silakan search kalau sudah sampai sana. Selain harga terjangkau, tempat nyaman, dan rasanya cukup enak, yang paling penting HALAL.





Melaka

Have a nice holiday in Malaysia!!!






Senin, 17 April 2017

Equinox? Berbahayakah? BMKG pun menjawab

Hati-hati dengan berita HOAX. Pilih sumber yang terpecaya...

SLI Nelayan : Edukasi Cuaca dan Iklim Kelautan untuk Para Nelayan

SLI Nelayan : Edukasi Cuaca dan Iklim Kelautan untuk Para Nelayan


(Foto : Kegiatan SLI di Semarang)

Seberapa penting informasi cuaca dan iklim? Apa saja manfaat informasi cuaca dan iklim? Siapa sajakah yang membutuhkan infomasi cuaca dan iklim? Pernahkah Anda terpikirkan pertanyaan-pertanyaan di atas?
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap aktivitas manusia tidak terlepas dari kondisi cuaca dan iklim yang sedang terjadi. Dalam bidang transportasi udara, sebelum memulai jelajah para penerbang harus melakukan briefing mengenai kondisi cuaca bandara setempat, sepanjang rute perjalanan, dan bandara tujuan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan terbang. Dalam bidang energi, informasi mengenai parameter cuaca, seperti angin, sangat bermanfaat untuk perencanaan pembangunannya. Bidang yang tak kalah penting dalam sektor kehidupan masyarakat ialah perikanan. Seperti kita tahu bahwa 2/3 wilayah Indonesia merupakan lautan yang kaya akan sumber daya alam. Salah satunya adalah keberadaan aneka jenis ikan. Sektor ini sudah selayaknya mendapat perhatian khusus dari pemerintah mengingat potensi ekonomi yang terkandung di dalamnya.
Pada tanggal 8-12 Februari 2017 lalu, Kepala BMKG telah membuka program Sekolah Lapang Iklim (SLI) Nelayan dalam suatu kegiatan berjudul Workshop Training of Trainer Sekolah Lapang Iklim Nelayan. Kegiatan ini mengangkat tema "Melalui SLI Nelayan Kita Tingkatkan Diseminasi dan Sosialisasi Layanan Informasi Meteorologi Maritim Tahun 2017". Kegiatan ini merupakan upaya BMKG dalam mendukung program nawacita "Kedaulatan Pangan dan Pengembangan Ekonomi Maritim dan Kelautan."
Lalu, apa itu SLI? SLI merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh BMKG untuk mengedukasi dinas terkait, penyuluh, dan masyarakat mengenai informasi cuaca dan iklim. Sebelumnya, SLI hanya ditujukan pada sektor pertanian. Dalam kegiatannya peserta diberikan pemahaman mengenai parameter-parameter cuaca dan cara-cara pengamatannya, jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi iklim, cara mengatasi perubahan iklim terhadap tanaman, dan lain sebagainya. Kegiatan ini telah terbukti dapat meningkatkan produksi pangan di beberapa wilayah di Indonesia.
Bagaimana dengan SLI Nelayan? Berbeda dengan SLI untuk pertanian yang diikuti oleh para petugas di lingkungan Dinas Petanian, SLI Nelayan diikuti oleh petugas dari lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan. Petugas inilah yang nantinya akan memberikan penyuluhan kepada para nelayan. Beberapa pemahaman mengenai cuaca dan iklim untuk kegiatan perikanan diberikan dalam SLI Nelayan. Pemahaman-pemahaman tersebut diantaranya beberapa parameter cuaca dan laut terkait kegiatan perikanan, informasi cuaca dan iklim dalam kegiatan penangkapan ikan, proses pembentukan beberapa fenomena cuaca dan gelombang, dan informasi kelautan untuk kegiatan perikanan. Beberapa metode pun dilakukan dalam penyampaian materi. Selain metode pemaparan, ada pula kegiatan simulasi, permainan, dan field trip. Semua ini bertujuan untuk menjamin bahwa materi yang disampaikan dapat benar-benar dipahami oleh para peserta.

Dengan adanya kegiatan SLI Nelayan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya nelayan, akan pentingnya informasi cuaca dan iklim untuk kegiatan perikanan. Selanjutnya, pemahaman akan informasi tersebut dapat diterapkan dalam pengelolaan sektor perikanan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Selain itu, dengan memahami fenomena-fenomena cuaca dan laut seperti yang diberikan diharapkan nelayan menjadi lebih waspada untuk menjaga keselamatannya saat berlayar.(NF)